Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Kisah seekor kupu-kupu

Posted on 6.21.2009 by Gunawan


Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin
akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah proses Alami yang di gariskan Allah SWT, untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Moral
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allh SWT membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang” Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan…Dan Allah SWT memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan…Dan Allah SWT memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran…Dan Allah SWT memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran. Kita memohon Keteguhan Hati…Dan Allah SWT memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi. Kita memohon Cinta…Dan Allah SWT memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita memohon Kemurahan Kebaikan Hati…Dan Allah SWT memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti. Begitulah cara Allah SWT membimbing Kita… Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?
Kadang Allah SWT tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita. (Anonymous)

—Wallahu alam—


Baca selengkapnya...

Celah Antara Pekerjaan dan Hobi

Posted on 6.18.2009 by Gunawan




Saat catatan ini saya tulis, saya memang masih kuliah, namun saya saat ini juga bekerja part-time. Dari Pelayan warung bakso hingga Operator warnet (pekerjaan yang saat ini saya jalani). Setelah saya pikir-pikir, dari kesemua jenis pekerjaan yang pernah saya geluti dulu, tidak ada satupun yang tidak saya sukai.

Saya tidak tahu kenapa saya benar-benar menikmati pekerjaan berat saya pada waktu itu. Belakangan saya baru sadar bahwa sebenarnya semua pekerjaan itu sama. Yang membedakan hanya jumlah gaji, perlakuan bos kepada kita, sifat teman-teman kerja kita, pelajaran yang kita dapat, job yang kita tangani (loh kok banyak banget.)

Hmm.. sebenarnya inti nya cuma satu, yaitu kita harus menganggap pekerjaan adalah hobi kita. Dulu waktu saya jadi pelayan warung bakso saya hobi banget makan bakso yang hingga sekarang hobi itu pun masih.hehe. Sehari rata-rata saya bisa menghabiskan beberapa mangkuk bakso waktu itu. Lalu saat ini saya menjadi Operator sebuah warnet di daerah Bantul, saya jadi hobi Nge-net dan menjelajahi dunia maya.

Begitulah seterusnya, saya selalu mempunyai hobi-hobi baru sesuai dengan jenis pekerjaan part-time saya dulu yang pernah saya geluti. Sekarang pun saya masih bekerja part-time lagi serta karena konsentrasi pada skripsi kuliah saya, ada hobi baru lagi yang saya temui. Yaitu mengetik. Ya maklum lah, saya harus mengetik ratusan lembar Tugas Akhir tiap harinya hanya untuk menyenangkan dosen pembimbing saya. Dalam dunia pekerjaan, dosen saya itu bisa saja saya sebut bos. Meskipun saya tidak dibayar untuk itu. Tapi saya benar-benar menikmatinya.

Dari semua kondisi yang saya alami di atas, saya mengambil kesimpulan :

Jangan pernah bergaul dengan orang yang mudah mengeluh.
Yah setidaknya agak di jauhi, karena itu meruapakan sebuah virus yang cepat atau lambat akan mempengaruhi Anda jika tidak cepat-cepat menjaga jarak darinya.

Berpikirlah seperti seorang bos.
Maksudnya, lihatlah diri Anda dari sudut pandang atau mata seorang bos.
Dimana Anda harus merasa memiliki perusahaan tersebut. Bukankah kita akan menjaga sesuatu yang kita miliki dengan sepenuh hati ?. Bukankah kita akan mengingatkan pegawai kita yang malas. Dengan memiliki kemampuan berfikir seperti seorang bos, Anda mungkin akan segera merubah sikap buruk Anda dan kemudian Anda tak akan tertekan dan membuat segala hal menjadi lebih mudah bagi Anda.

Ambilah hal-hal baik selagi Anda masih bekerja di sana.
Seperti kita ketahui, tidak selamanya kita akan bekerja di sini terus. Oleh karena itu ambilah hal-hal baik yang bisa Anda gunakan sebagai bekal untuk perjalanan Anda di kemudian hari, ambil lah ilmunya, simpahlah pelajarannya.



Baca selengkapnya...

I'm Sorry

Posted on 6.03.2009 by Gunawan

Seorang wanita yang kurang pintar berbahasa inggris menabrak seorang bule

Wanita :I’m sorry

Bule :I’m sorry too

Wanita :I’m sorry three

Bule :What are you sorry for?

Wanita :I’m sorry five

Bule :Are you sick?

Wanita :I’m sorry seven

Bule :?!?





Baca selengkapnya...